Skip to main content

Tutup Oktober di pulau Bali

Bali dan Oktober sudah jadi rencana sejak satu tahun lalu. Tapi kondisinya memaksa saya untuk ngga terlalu banyak berharap. 5 Oktober tepat satu tahun saya berkerja di sebuah kantor media di Surabaya, tabungan ngga seberapa buat vancy-vancy hehehe. Ditambah kerja di media berarti libur yang ngga menentu, bahkan sering kali menikmati seminggu tanpa libur.

Mendekati Oktober, obrolan bersama kawan makin ke sana ke mari. Floappy hat, kamera mirrorless, tripod, patung-patung di the mulia bali dan semua yang besok sudah terlupakan.

Sampai akhirnya, e-mail ini memecah sunyi dalam mimpi yang hampir putus.

Approval permohonan cuti

Malam itu, saya dan uyh bergegas cari tiket dan hotel. Uang di tabuangan? Biar Allah yang atur, hehehe. Pasrah.

Tiket Surabaya - Denpasar mulai Rp 300 ribuan. Tapi karena pesan dadakan, saya harus menguras kocek Rp 1,1 juta untuk tiket pesawat maskapai Lion air.

Sedangkan untuk tiket Jakarta - Denpasar, Uyh harus menghabiskan Rp 2 juta menggunakan armada yang sama. Lion Air.

Setelah cari-cari hotel selama dua bulan, last minute saya memutuskan stay di Mega Boutique Bali. Harganya sekitar Rp 450 ribu per malam.

Alamat : Jl. By Pass Ngurah Rai No.234, Pemogan, Denpasar Sel., Kabupaten Badung, Bali 80361, Indonesia. Hotel ini berada di tengah kota dekat patung Dewa Ruchi. Dekat mall Bali Galeria, dekat hypermart dan tetanggaan sama indomart. 

Nginep di tengah kota bikin ngerasa lebih safe. Menu breakfastnya standart tapi mayan. Pelayanan kurang ramah. Di sini jangan terlalu berharap view, karena hanya ada jalan-jalan kecil belakang hotel/atap-atap rumah/kolam ikan hotel. Bahkan kamar kami dibatasi kaca blur sehingga benar-benar tanpa view. Kamar mandinya luar biasa luas, hampir seukuran kamar. Dibagi 3 untuk shower, kloset dan bathup dengan wastafel. Di dalam kamar mandi, Mega Boutique memfasilitasi tv 12" dan hair dryer. Terdapat swimming pool di top floor.

Foto 1 dan 2 hasil searching, foto 3 dan 4 dokumentasi pribadi.

1. Kamar
2. Kamar mandi
3. Kolam ikan
4. Bag belakang Mega Boutique
Pertama kali ketemu uyh setelah perpisahan 1 tahun kami.. Saya berusaha sembunyikan linangan air mata. Ngga nyangka mimpi kami beneran jadi nyata tepat di akhir Oktober. Benar-benar di Oktober. Subhanallah banget :")

Karena beda jam keberangkatan, uyh harus nunggu kedatangan saya selama 1 jam. Dia memutuskan coffee shop demi bisa ngecharge hape :D

Setelah satu jepret, dua jepret, tiga jepret dan seterusnya kami langsung meluncur ke hotel. Sekedar menaruh barang, sewa motor lalu makan siang. Kami pesan grab dan ternyata ngga gampang. Sempet kena semprot driver taksi konvensional yang kebetulan liat app grab di layar hape uyh. Selain itu kami juga harus nego keras agar driver mau jemput di dalam bandara.

Sesampainya di hotel, kami lanjutkan foto-foto. Eksplore lokasi pertamaaa. Hehehe. Sewa motor ternyata ngga bisa dadakan, saya kehabisan di rental pertama. Pindah ke rental ke dua, walau armada terbatas tapi masih ada motor yang sesuai. Beat pop 2014, 2 helm SNI, 1 jas hujan batman.

Buat pelajaran, harga sewa harus dibicarakan di awal. Karena terlalu antusias saya lupa ngomongin harga. Begitu motor dateng, saya digetok harga Rp 90 ribu/hari. Rates nya hanya Rp 60-70 ribu. Setelah transaksi selesai, saya didatangi satpam. Ternyata tepat di parkiran Mega Boutique pak satpam juga buka rental dengan harga lebih murah. Walau begitu saya ngga begitu nyesel karena sempet baca review di Traveloka kalau rental di sana ngga bener. Ntah dari segi apa. Pak satpamnya sih baik bangettt.

Proses sewa motor yang makan waktu bikin dua anak ayam ini tak mampu menanggung lapar. Kami putuskan nge-gojek AW hehehe.

wisata pantai cafe menyusul di post selanjutnya.

Comments

Popular posts from this blog

Nikmati HNP, Hadapi Bersama

Kalau beberapa sumber menuliskan ceritanya sebagai penderita HNP, saya mengambil posisi sebagai 'teman' penderita. Pengalaman mengawal korban salah angkat beban. Adik saya, Eki (23), selama 10 bulan merasakan sakit di pinggul belakang bagian kiri tanpa tau jenis sakit apa yang dideritanya, apa penyebabnya. Eki 'buta' dan 'tuli' atas penyakitnya sendiri walaupun sudah bolak-balik ke dokter menggunakan fasilitas BPJS yang dibayar ayah kami setiap bulannya. Selama kuliah, Eki tinggal di jogja dan berobat di sana. Diagnosa dokter, dia menderita LBP ( Low Back Pain ) tapi tidak spesifik apa dan kenapanya. Selama kurang lebih 10 bulan itu, Eki terus minum obat tanpa ada progres positif. Libur semester tiba. Eki pulang ke rumah orang tua dan praktis, faskes BPJS ikut dipindahkannya ke Balikpapan demi melanjutkan pengobatan. Selama kurang lebih 2 bulan ia mengupayakan kesembuhan dengan laser. Bagian yang sakit dipanaskan menggunakan cahaya. Terapi lain dilakukan m...

Jakarta - Jogja

Perjalanan Jakarta-Jogja kali ini lagi-lagi menggunakan Citilink seat 6F. Karena duduk deket jendela selama penerbangan itu hukum nya fardhu 'ain . Selain itu, memilih maskapai ini karena terbang via bandara Halim Perdana Kusuma, lebih deket dari kosan, bandara kecil dan ga penuh sesak, ga perlu jalan jauh dari pintu masuk sampai gate . Jauh lebih nyaman berkali-kali lipat dibanding via Cengkareng. Dan ini adalah foto pemandangan selama penerbangan. Daerah dengan tepian pantai tanpa ujung. Terbang yang kesekian kalinya dan cuma' bisa bilang Subhanallah . Beard papa's w/ vanilla puff Halim Perdana Kusuma Int' Airport Kawah Adi Sucipto Int' Airport Burger KFC :P

a a aaaaa.. aku sayang sekaliiii.. DORAEEEEMON ?????

B eberapa tahun yang lalu, DORAEMON menjadi tontonan yang paling saya tunggu - tunggu setiap minggunya. cerita tentang kesulitan yang selalu dihadapi oleh Nobita dan solusi yang selau keluar dari kantong ajaib Doraemon membuat saya dimasa kanak - kanak sangat menyukai cerita kartun yang satu ini. Mungkin saya adalah satu dari jutaan anak-anak di masa itu yang rela bangun pagi demi menonton doraemon. Hingga sekian tahun kemudian, dimana saya sudah resmi menjadi seorang Mahasiswi Kajian Media dan menemukan buku berjudul "Dibesarkan Kantong Ajaib Doraemon" karya Imam Musbikin. Mulai saat itulah saya menonton Doraemon bukan lagi dengan suka cita, namun duka cita mengingat masih banyak anak - anak lain di muka bumi ini yang banyak diajak berimajinasi oleh Fujiko F. Fujio. Ini sangat positif karena berimajinasi juga merupakan salah satu kebutuhan manusia, trutama anak - anak. Bahkan Habibie kecil seringkali berimajinasi membuat pesawat, ia sering menggambar desain pesawat, dan i...